PT Leo Investment Tbk (ITTG) mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB)

Kontan.co.id

Senin, 21 Januari 2019 16:16 WIB

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. PT Leo Investment Tbk (ITTG) mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Senin (21/1). RUPSLB ini menyetujui rencana perusahaan untuk melakukan penyertaan saham pada PT Sarana Instrument (Sarana). Direktur Utama Leo Investment, Andrey Permana mengungkapkan emiten berkode saham ITTG ini akan melakukan penyertaan modal sebanyak 830 lembar saham baru atau 51% saham di PT Sarana dengan nilai total sebesar Rp 24,60 miliar atau Rp 1 juta per lembar sahamnya. “Sarana sudah siap beroperasi dan bisa memberikan pendapatan secara rutin,” katanya dalam paparan publik, Senin (21/1).

Nantinya, sambung Andrey, perusahaan ini melalui PT Sarana bakal menjalankan bisnis di bidang perdagangan peralatan untuk mendukung industri minyak dan gas (migas) ataupun petrokimia. “Jadi yang kita lakukan masih di ranah migas, tidak jauh berbeda dengan sebelumnya,” imbuhnya.

ITTG juga tak membutuhkan waktu lama untuk mendulang pendapatan dari bisnis melalui Sarana ini lantaran aktivitas usaha memang sudah berjalan dan mereka tinggal melanjutkan serta mengembangkan usaha untuk ke depannya. ITTG dan Sarana sudah menandatangani perjanjian bersyarat terkait pemasukan dana sebagai setoran modal atas PT Sarana pada 10 Desember silam.

Selain mendapat persetujuan pemegang saham untuk melakukan transaksi penyertaan modal sebanyak 51% pada PT Sarana, ITTG juga restu untuk melepas anak usahanya PT Leo Resources (LR) dan PT Lion Nickel (LN). Mereka mendivestasikan seluruh saham yang mereka miliki atas LR dan LN dengan nilai Rp 30 miliar.

Ia menjelaskan, nilai divestasi dari LR sebesar 521.861 lembar saham atau senilai Rp 26,09 miliar dan divestasi dari LN sebesar 5.445 lembar saham atau sebesar Rp 544,50 juta. Mereka menjual anak kedua anak usaha itu pada PT Geo Seismik Indonesia.

Andrey menuturkan alasan mereka melepas kedua anak usahanya itu lantaran selama dua tahun ini LN dan LR tak menyumbang pendapatan atas usaha yang dijalankan. Berdasarkan laporan keuangan ITTG, sampai September 2018 mereka tak dapat pemasukan pendapatan sedikitpun. “Dari 2017 sampai tahun lalu kita tidak membukukan pendapatan,” ujarnya.

Oleh karena itu, mereka memutuskan untuk melakukan penyertaan saham pada PT Sarana Instrument yang ditargetkan rampung pada Januari akhir. Andrey menargetkan Februari ini mereka sudah mengantongi pendapatan dari PT Sarana.Dengan begitu mereka berharap Bursa Efek Indonesia bakal membukan suspensi ITTG. “Kita harapkan di kuartal pertama ini sudah bisa memperoleh pendapatan. Sekarang kita fokus agar suspensi dibuka dan memperoleh pendapatan rutin,” katanya. Ia belum dapat menjelaskan lebih lanjut mengenai target dari                      PT Sarana ini, yang pasti selain fokus mengembangkan PT Sarana, ITTG juga membuka peluang untuk menjalani bisnis lainnya. Yang terang, tahun ini mereka berupaya untuk memperbaiki kinerja perusahaan dan memberi kepastian pada pemegang saham bahwa bisnis mereka masih berlanjut.

Editor: Azis Husaini